ASUS E202 'Dukung' Impian Zayyan

Lomba Blog Berhadiah ASUS E202

Di sebuah rumah, di Kebumen .... 

Siang yang panas. Orang-orang menikmati istirahat siang. Seorang ibu memeluk balitanya, di dalam kamar, sambil mengipasi dengan buku tipis. Di dekat pintu kamar itu, seorang anak perempuan sedang duduk memegang buku. Dia bersandar pada pintu kayu, tanpa cat. Dua bola matanya serius menyapu huruf demi huruf. Abai dengan suasana sekitar.


"Buku setebal itu, kamu bacanya berapa hari?" tanya Mbak yang membantu cuci baju di keluarga itu.

"Dua hari," jawab Zayyan santai.

Si Mbak bengong.

Sambil masih memegang sapu pel, beliau mengamati buku yang dipegang Zayyan. Buku tebal, kira-kira ada 500 halaman lebih. Novel yang bisa dikatakan masuk kategori buku bantal (bukan karena bisa buat tidur, tapi karena tebal).

Bukan hanya sekali, atau dua kali, ada orang bertanya demikian. Anak-anak SMU yang kebetulan melihatnya pegang buku, juga sering menanyakan hal sama. Dan lagi lagi, jawabannya pasti membuat bengong. 

Masa sih, ada anak kecil baca buku TEBAL?
Siapa sih Zayyan? 

Anak 'Gila' Baca yang Ingin Jadi Penulis.


Dia lahir sebagai anak pertama, dari tiga bersaudara. Usianya delapan tahun. Anak dari adik kedua saya yang tinggal di Kebumen. Minat bacanya yang tinggi kerap membuat ibunya kelimpungan. Ketika membeli buku, katakan dengan beli 21 eksemplar buku seharga 800 ribu, semua kelar dibaca dalam satu pekan. Yang kalah dari dia hayo ngacung! Enggak perlu nunduk.

Sebagai Budhe, saya sangat mendukung kebiasaannya itu. Jika kebetulan saya membeli buku, atau menang kuis berhadiah buku, beberapa saya bagi dengannya. Ya, karena anak saya juga masih suka mengakui bahwa semua buku di tempat tinggal kami adalah milik mereka. Saya harus hati-hati, meminta izin agar mereka mau berbagi. Alhamdulillah, tidak mengalami kendala yang serius saat membujuk.
Menurut cerita adik ipar saya, anak perempuannya itu, jika malam, biasa menjajar buku-bukunya. Satu per satu dibaca, sendirian. Yang lain sudah pada terlelap. Tak jarang, teguran pun sering menyapanya, "Sudah malam, Zay. Tidur!" Biasanya Zayyan memang disapa dengan Zay. 

Kalau pengalaman yang saya lihat, Zayyan ini memang anak yang senang 'menyatroni' rak buku kami. Meskipun baru datang dari Kebumen (kami tinggal di Yogyakarta), dia langsung menyisir buku-buku dalam rak.

"Budhe, ada buku baru buat Zayyan, apa enggak?"

Maksudnya adalah buku yang memang khusus untuk anak-anak. Karena saya yang biasa menata buku-buku itu, saya cepat menemukan yang dia cari. Satu per satu, saya ambil buku anak dari ruang dalam rak. Ketika tangan merasa sudah cukup kewalahan menyangga, saya mendekatinya.

"Asyiiik!" girangnya begitu setumpuk buku saya sodorkan.

Dia lalu sibuk memilih. Mengurutkan mana yang akan dibaca terlebih dahulu. Jika jumlahnya agak banyak, dan dia belum selesai baca, tapi harus pulang, maka resikonya buku-buku itu akan dibawanya pulang.

"Buat aku aja, ya?" rayunya.

Ada yang saya setujui dibawa, ada juga yang tidak.

Ilustrasi Zayyan yang saya buat. Abaikan wajahnya yang terlalu mature.

Zayyan Ingin Memiliki Laptop.

Karena biasa membaca, Zayyan juga tertarik menulis. Saat ini dia masih menulis di buku harian. Dan tulisannya juga dirahasiakan dari ibunya. Ya iya lah namanya juga buku harian. 

Dia memiliki dua adik. Satu berusia lima tahun. Satu lagi baru masuk dua tahun. Ibunya sangat repot. Ayahnya memiliki usaha jual beli printer.  Bisa dikatakan, Zayyan ini ada di tengah orang-orang sibuk. Jadi, mereka masih tahap proses dalam mengarahkan anak sulung mereka, untuk menulis. Mungkin saja jika dia ada di lingkungan yang banyak aktivitas literasinya, dia sudah ikut pelatihan ini-itu untuk mengasah bakat menulisnya. 

"Zayyan lagi pingin laptop," kata ibunya.

Beberapa pekan lalu,  di Yogyakarta baru saja selesai pameran barang-barang elektronik. Termasuk laptop. Tadinya, ibunya akan menitip beli pada kami. Tapi pameran sudah tutup. Hingga saat ini, keinginannya itu masih belum terwujud. 

Saya bisa merasakan, bagaimana jika anak-anak harus menahan diri, karena belum terpenuhi keinginannya. Bagaimana pun, itu juga bentuk dari uji kesabaran, yang mau tidak mau, kelak menjadi warna dalam hidupnya.

Ilustrasi Zayyan sedang berdoa, coretan saya yang agak tergesa.

Saya Ingin Memberi Zayyan Hadiah Laptop.


Secara tidak sengaja, saya membaca informasi lomba blog yang diadakan Mbak Uniek Kaswarganti. Hadiah lomba juga 10 buah laptop ASUS E202. Satu di antara tema yang disarankan, sesuai dengan niat dalam hati. APA YANG AKAN SAYA LAKUKAN JIKA MEMILIKI ASUS E202? Pas banget, kan? Saya ingin sekali memberinya laptop. Ya, kalaupun tidak baru, tidak mengapa. Yang penting masih bisa digunakan dengan baik.

Wah, kalau ikut dan menang, bisa banget nih laptop saya hibahkan ke Zayyan, dan saya pakai ASUS E202 yang baru. Eeet! Tunggu dulu. Jangan bilang saya pelit dulu. Jadi, saya  memiliki alasan, kenapa memberinya laptop lama. Yaitu untuk memberi pelajaran berjuang, jangan dulu memberikan fasilitas yang menawan. Biar dia merasakan bagaimana memakai barang yang sederhana. Biar gigihnya membekas, sehingga kelak, dia akan menghargai orang lain yang sama-sama sedang berjuang. Bukan hanya dalam bidang tulis-menulis, tapi pada bidang apapun. 

Bukankah anak-anak yang biasa dimanjakan, bisa tumbuh manja, dan mudah mengeluh? 

Kalau begitu, sekarang saya sudah tidak dianggap pelit lagi, kan? 
Bha-ha-ha-ha. 
Maaf. 
Bercanda.

Anggap saja ini saya yang pegang ASUS E202 warna merah

Alasan Saya Tertarik dengan ASUS E202. 


Tentu saja saya mempunyai alasan dong, kenapa tertarik dengan ASUS E202?  

Baterai kuat. Jadi, notebook  berukuran A4 ini menggunakan prosesor intel hemat daya yang menawarkan masa aktiv baterai hingga 8 jam. Kebayang, kan betapa kerennya? Baterai juga dapat diisi ulang dengan cepat lewat port USB 3.1 Type-C

Sumber gambar ini nih

Ohya, saya kok hampir lupa. Kenapa juga saya butuh baterai yang tahan lama? Ini sebenarnya karena saya memang berusaha aktiv menulis. Saya sudah membuat jadwal 'wajib menulis' dan 'wajib membaca' untuk diri sendiri. Bonusnya adalah beberapa buku yang mulai terbit.
Di antara buku-buku yang sudah terbit


Buku-buku ini adalah hasil perjuangan, menulis dengan meminjam laptop pada suami.



Menulis berbonus juara. 
Kuning : Juara satu ucapan lebaran yang diadakan oleh majalah Nakita. 
Putih : Juara menulis tandem, dengan teman, cerpen 15 halaman.


Buku-buku antologi, hasil awal-awal belajar menulis.

Warna yang Menawan. Pada paham kan, lah, ya? Kalau wanita itu menyukai warna-warni. Eh, jangan-jangan hanya saya saja? Saya tertarik sekali dengan warna merah, tapi, warna lain juga oke. Kok jadi bingung nih, ya? Ada Black, Silk White, Dark Blue, Thunder Blue, dan Red Rouge. Nah, yang terakhir ini yang bikin MUPENG AKUT. Kenapa sih harus merah? Merah ini kan lambang berani. Jadi pas lihat laptop, dan mau stuck nulis, semoga batal stuck, karena warnanya berteriak, "Ayo semangat! Maju!Pantang nyerah!" Begitu kira-kira jika dibahasakan.

Ini ASUS E202 dambaan saya




Pilihan warna ASUS E202


 Desain yang SLIM, RINGAN, dan ELEGAN. Kalau sudah ngomongin slim ini, agak gimana gitu. Mendadak ngecek tas pinggang dan helm di perut. Tapi, tenang. Ini bukan ngomongin itu lebih jauh. Ini masih tentang Notebook kece idaman saya.

Biasanya, ke mana-mana saya membawa buku catatan. Alasan saya sebenarnya adalah karena laptop saya agak berat, ribet, dan ... gitu deh. Nah gimana enggak MUPENG AKUT, kalau tahu ASUS E202 bisa dan mudah dibawa ke mana pun? Saya bisa ngetik di mana saja, kapan saja, saat bepergian. Bisa membaca koleksi buku perpustakaan digital, tanpa bilang NANTI, dan akhirnya malah lupa, meski sudah dicatat dalam to do list


Lihat! SLIM banget, KAAAN?


Bagi saya, memang lumayan damai memakai buku tulis. Tak perlu connect ke media sosial, yang kadang berisik, dan bisa nunduk lama. Eh, tapi, ternyata, suara tuts laptop juga tak kalah indahnya di telinga saya. Ketika tangan sudah memencet huruf-huruf, pada saat itu semangat saya terpompa. Ibaratnya, suara lembut dari tuts laptop itu adalah irama yang khas. Irama yang sensaional dan membangkitkan gairah menulis. Padahal mengawalinya, agak berat, atau malah BERAT banget. 

Begitu terdengar, tik-tik-tik-tik, dengan irama tertentu. Jemari saya ikut melaju. Duh, lupa deh kalau jemuran belum diangkat, anak sedang apa, atau sudah masak apa belum. Sekarang kan Ramadhan, jadi masak enggak sering-sering.

Biasanya gini kalau pas pergi-pergi. Candid dikit. Hehehe. 
Fokus pada bukunya saja. 
Lokasi : Masjid Kota Gede Yogyakarta

Bagaimana ASUS E202 dukung impian Zayyan,  sekaligus keinginan saya?

Ehem. Ehem. Sebelum membaca tulisan saya selanjutnya, harap berhati-hati, kalimat mengandung rayuan dengan bumbu sedikit basa-basi. Tolong kencangkan sabuk pengaman, atau Anda bisa mencari tempat duduk yang bersirkulasi baik. Ini ngomong apa pula seeh?

Bila mana Yang Maha Kuasa berkehendak, dengan upaya mengikuti BLOG COMPETITION ini, saya menang (AMIN), dan notebook merah ASUS E202 jadi milik saya, maka saya akan memberikan laptop saya saat ini, kepada keponakan saya. Zayyan. Dia kan ingin jadi penulis. Maka, secara tidak langsung, ASUS E202 juga mendukung Zayyan menjadi penulis.

Nah, begini saja kok yang mau saya katakan. 
Bagaimana? 
Masih aman, kan
sabuk pengaman dan tempat duduknya?

Siap jadi lebih produktif dan kreatif bersama ASUS E202

Apah?
Mupeng juga sama ASUS E202?
Alright! 
Saya kasih ...

Bocoran Spesifikasi ASUS E202.

Mumpung sedang bulan suci, boleh dong saya bisikin sedikit rahasia baik? Tenang, bukan buka aib tetangga, apalagi aib sendiri. Ini spesifikasi dari ASUS E202 yang dibandrol dengan harga sekitar mulai dari 3, 099 juta-an (beda tempat beli, beda harga, ini rata-rata saja, ya?). Ini nih spesifikasinya :
  • Sistem operasi DOS
  • Dimensi 193x297 mm, berat 1,21 kg.
  • Warna : Blak, Silk White, Dark Blue, Thunder Blue, dan Red Rouge.
  • Baterai 3 cell 48 Whrs dengan daya tahan 8 jam.
  • Kamera webcam VGA.
  • Layar TFT LCD LED backlight 11,6 inci, resolusi 1366x768 piksel.
  • Memori RAM 2 GB DDR3L 1600 MHz (On Board).
  • Chipset Intel.
  • Grafis Intel HD Graphics.
  • Prosesor Intel Celeron N 3050 dual-core 1,6 GHz Turbo Boost 2,16 GHz.
  • Storage hard disk 500 GB.
  • Konektivitas WiFi, Bluetooth, 1 x Port USB 2.0,1 x Port USB Type-C, Port HDMI, Card Reader, Sonic Master.  
    Nah, sudah lengkap kan bocorannya? 
    Cerita saya juga sudah tersampaikan.
    Terima kasih sudah mampir dan membaca. Jangan sungkan untuk menyampaikan berita menarik tentang ASUS E202 ini kepada saudara, atau kolega Anda yang sedang butuh laptop ringan, elegan, dan harga terjangkau.
     
Semoga Impian Zayyan, dan Impian Saya Tercapai

 

“Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian saling mencintai.”

 (H.R. Al-Bukhari, Al-Baihaqi, dan Abu Ya’la).

 

 

Catatan : 
Mohon maaf, tidak menyertakan foto Zayyan. Karena orangtuanya tidak mengizinkan fotonya dipublikasikan di media sosial. Terima kasih.

Sumber foto laptop  dari sini.

Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com.







Comments

  1. Tulisannya keren, terimakasih jadi tahu banyak, reomend banget buat pilihan laptopbaru, secara yang kupunya sudah tua. Spesifiksiksinya gak nahan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener ... bener ...pilihan pas yang nggak nguatin.

      Delete
  2. Jangankan Zayyan dan budenya, saya juga pingiiin dapat laptop Assus. Kalau hp Assus saya pernah punya, sekarang diminta anak saya. Karena HP Assus bagus, suami saya sekarang juga pakai HP Assus.
    HP aja bagus, laptop juga bagus pastinya.

    Ada laptop di rumah kami, tapi kok tiap ngetik selalu lompat-lompat kata.... Kzl kzl kzzzzlll
    Padahal saya ini mahir ngetik 10 jari tanpa melihat layar.

    Mbak Khayla semoga cita-citanya tercapai yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu laptopnya sedang belajar lompat katak kali, Mbak. Hehehe.

      Aamiin. Terima kasih.

      Delete
  3. Zayyan bacaannya banyak. Kalau saya kuat baca buku tebal cuma sekali, habis itu dicicil. Nyerah.
    Semangat ya Zayyan, semoga menang mba Kayla karena niat mulia ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga heran. Bener itu, saya pribadi suka nyicil kalau baca buku tebel. Wkwkwkwk.

      AAMIIN.

      Delete
  4. Jadi kepingin mengenal Zayyan hehehe tentunya Zayyan akan jadi penulis yang hebat seperti Uminya, walau ditengah kesibukan tetapi telah menghasilkan beberapa karya tulis, salut. Oke semoga impiannya dikabulkan Aamin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Semoga menjadi penulis hebat.

      Delete
  5. Jadi kepingin mengenal Zayyan hehehe tentunya Zayyan akan jadi penulis yang hebat seperti Uminya, walau ditengah kesibukan tetapi telah menghasilkan beberapa karya tulis, salut. Oke semoga impiannya dikabulkan Aamin

    ReplyDelete
  6. Terus semangat, Zayyan. Semangat juga ya, Mbak Kayla. Semoga menang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sampaikan ini pada Zayyan. Semoga cita-citanya tercapai, sabar dan istiqomah menjalani prosesnya.

      Delete
  7. beruntung sekali Zayyan punya tante Kayla. salut dengan minat dan kemampuan membaca dek Zayyan. semoga selalu istiqomah menulis ya dek, aku tunggu karya hebatmu Zayyan.

    ReplyDelete
  8. Notebook Asus E202 emang keren deh. Desain minimalis, kualitas maximalis, apalagi harganya cukup ekonomis.

    ReplyDelete
  9. Ilustrasinya gambar sendiri ya Mbak, kreatif! 👍

    salam kenal n good luck

    ReplyDelete
  10. Keren banget gambarnya. Sukses ya Mbak Kayla, tadinya aku bingung siapa nih, ternyata Mbak kayla hehehe

    ReplyDelete
  11. Apapun profesinya, notebook Asus E202 sangat cocok untuk menunjang aktivitas ya... Good luck buat lombanya. Eh BTW saya juga ikutan loh, kuylah kepoin blog ndeso saya

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ... sangat senang bila Anda meninggalkan komentar, atau sharing di sini. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Salam santun sepenuh cinta
Kayla Mubara