Persiapan Ibu Rumah Tangga Menyambut Musim Hujan


Langit mulai dilapisi mendung. Kadang burung-burung menarikan sebuah tarian. Gerakan yang biasa mereka pertunjukkan menjelang hujan tiba. Apa sih yang disiapkan Ibu Rumah Tangga menjelang musim hujan?


Ini dia beberapa yang perlu dilakukan :

  • Lebih rajin mencuci pakaian.
Kalau biasanya kan bisa pagi nyuci-jemur-kering pada hari yang sama. Atau malah menumpuk sampai dua, tiga hari. Ini sih saya. Bisa banget tuh seminggu baru nyuci, apalagi dibantuin sama mesin gerung-gerung. Apaan? Mesin cuci maksudnya. 

Jika kebiasaan menunda bin menumpuk pakaian kotor yang dilakukan musim kemarau berlanjut hingga musim hujan. Bakal numpuk pekerjaan, menunggu kering, atau malah pakai rotan yang berguna, eh? Memakai baju yang sudah digudangkan, aduk-aduk, pakai lagi. Yang punya balita, si anak bisa memakai stok pakaian bayi mereka lagi. Tampang-tampang orang jika sudah begini menjadi lucu.

  • Lebih rajin mengelap teras.
Ya, kalau ngepel terlalu rajin. Mau tidak mau teras sebaiknya rajin dilap. Saya punya dua balita. Mereka sedang aktif-aktifnya. Lari dan melompat adalah keseharian. Kalau teras terkena tempias air hujan dan tidak dilap. Siap-siap saja dengar gedebruk-huaaaa!

  • Siapkan mantel, payung, dan  keringkan bila baru dipakai.
Berharap punya dua, tapi apa daya satu saja sudah Alhamdulillah. Tidak masalah, yang penting setelah dipakai hujan-hujanan, itu payung, itu mantel, diangin-anginkan. Dicantelin ke mana gitu, asal bukan dileher.

Cara bisa membantu membuat nyaman pas akan memakainya lagi. Kalau memang kadar air sudah sedikit, bisa dilap dan dilipat. Eit! Ini butuh kerjasama dengan orang rumah. Biar tidak dibantu melakukannya, minimal dibantu mengingatkan. Ya, saya sebagai Ibu Rumah Tangga Penuh Waktu yang asyik dengan dua balita, kadang suka lupa. Bilang saja langganan.

  • Sediakan sari jahe, juga susu.
Kalau hari-hari biasa di musim kemarau senang banget membuat jus, pada musim hujan baiknya sediakan jahe. Baik bubuk atau jahe biasa. Sesuai selera orang rumah juga sih. Saya biasanya membakar jahe, menggeprek, dan mencampurkannya ke dalam segelas susu hangat. Suami dan anak-anak Alhamdulillah suka. Atau mereka enggak tega kali lihat hasil jerih-payah saya bila terlantar.

  • Siapkan  selimut, kaus kaki, dan jaket di tempat tidur.
Anak-anak saya biasa tidur tanpa bantal dan selimut di musim kemarau. Yang usia empat tahun lebih malah kadang suka meniru gaya pak kolor. Hanya memakai celana saja pas tidur. Saat musim hujan, bisa siapkan apa yang tadinya tidak mungkin dipakai di musim kemarau (selain kondisi sakit). Jika dingin menyerang akan lebih gampang menggapainya. Kebayang kan rempongnya mata kita jika ngantuk berat harus buka lemari? Menelusuri tempat demi tempat mencari selembar selimut? Ya kalau disiplin tempat menyimpannya, jika enggak. Bisa manyun lima senti nih bibir.

  • Siapkan air panas dan minyak kayu putih.
Jika kayu putih diteteskan pada air panas di dalam baskom, maka uapnya bisa melegakan tenggorokan. Bila ada virus flu, maka bisa untuk membunuhnya. Cara ini bisa dipakai untuk relaksasi juga, bila mereka istirahat, taruh baskom (bisa tempat lain yang aman) di dalam kamar. Selamat menikmati segarnya udara, dan istirahat dengan nyaman.

Itu tadi yang bisa disiapkan Ibu Rumah Tangga untuk menyambut musim hujan. Gimana, apa sudah hujan di tempat Anda? Bisa bagi tips lain dong bila ada tambahan ...

Comments

  1. Cek kembali kompa listrik. Persiapan buat yang suka kebanjiran seperti saiah.

    Kalau rusak terpaksa nimba pake ember dah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Yang biasa kebanjiran lebih waspada.

      Delete
  2. kalo musim ujan nyucinya kudu lebih pagi, takut2 keburu ujan, yang ada malah ga kering2 =D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap-siap aja nyetrika baju setengah kering :)

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ... sangat senang bila Anda meninggalkan komentar, atau sharing di sini. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Salam santun sepenuh cinta
Kayla Mubara