Mak Karmilah Lelah; Tak Menyerah


freepik
Pagi-pagi
Ranjang Mak Karmilah berderit
Langkah terompah iringi badan bangkit
Pintu kayu sapa sendu wajah nan dekat dengan langit
Siapkan  secangkir teh pahit
Pun tiga keping biskuit


Pagi-pagi
Gentong-gentong dan perigi sudah terisi
Mak Karmilah mengikat jarik tingi-tinggi
Kucur air mancur sapa putih beras-beras sisa kemarin hari
Padukan bawang putih, cabai, dan kecur tiga centi
Menumbuk menu cinta, sepenuh hati

Pagi-pagi
Tanggal separuh, raga lemas, batin mengurung keluh
Mak Karmilah antar dua rekam cinta dengan Kang Puguh
Tak ada sepeda kayuh
Tetap meniti langkah; teguh
Bahkan kala kaki sebelah kiri melepuh

Pagi-pagi
Mak Karmilah tersandung batu, tercebur kali
Dua Kendana Kendini teriak, pun berlari
Mak ... jangan pergi!
Raganya hanyut, tangan menggapai, teriak tak terdengar selain di telinga sendiri
Mak ... jangan pergi!

Sebatang kayu berbaik hati
Tahan raga beku Mak Karmilah
Kendana Kendini masih berlari-balik-berdiri
Netra mengerjap, tangan mengelap muka, napas megap-megap
Gembala domba datang; menghampiri
Mak! Ayo berdiri!

Pagi-pagi
Tak ada cerita suka pada sepuluh tanggal akhir bulan
Mak Karmilah bergelung sunyi
Namun sungging senyum coba tawar gundah; ketabahan
Hibur hati dalam denyut nadi
Tentang tanya tetangga; "Ke mana perginya suami?"


Pondok Cahaya-Yk, 22.08.2015


#ODOPBloggerMuslimah




Comments

  1. Jangan menyerah, karena menyerah berarti kalah :)

    ReplyDelete
  2. Selalu suka dengan karyamu, Mbak.

    ReplyDelete
  3. Makasih, ya, Dik Fajriatun Nur udah mampir ...

    ReplyDelete
  4. Aih keren. Pengen bisa bikin kayak gini, Mbak :)

    ReplyDelete
  5. Mbak Mugniar Marakarma ... jadi malu, saya pun masih belajar ...

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ... sangat senang bila Anda meninggalkan komentar, atau sharing di sini. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Salam santun sepenuh cinta
Kayla Mubara