Oleh : Kayla Mubara
Sudah kutahan
Tempias rasa agar tak menciprat
Meluber sapa gundah hatimu
Cinta
Telah kubawakan
Dongeng
Cerita dari negeri awang-awang
Lengkapi lara yang kau tunggang
Kau ingin mendekap bintang
Kerlipnya redup kala pinta meradang
Tiga hari sudah bunda tiada ingat pulang
Di balik cemeti dari bambu
Dilecut ayah saat kau tak tahu
Kubawakan setumpuk tokoh
Kau ambil peran-peran protagonis
Katamu
Tepikan tokoh-tokoh jahat
Aku tidak ingin ikut tertimpa laknat
Sejenak
Bimbang menyerang
Manalah mungkin satu tokoh saja kubuang
Cerita akan timpang
Dongeng terasa mengambang
Kutanyakan
Kenapa
Kau malah menghamburkan bulir-bulir netra
Aku sudah kenyang dengan kejahatan
Hanya ingin cerita atau dongeng tanpa penjahat
Semua dalam hidupku sudah jahat
Baiklah
Sejak itu
Kubuka halaman demi halaman
Tanpa menyebut satu pun tokoh antagonis
Dan kau
Kembali menangis
Kenapa hidupnya terlalu mudah
Tidak ada ujian
Pun aral melintang
Sekarang aku yang tertawa
Saat yang tepat memberimu berita
Begitulah hidup
Selalu ada sisi buruk
Lengkapi sisi baik
Kau tersenyum
Merasa paham
Kembalikan tokoh-tokoh antagonisnya
Dan biarkan aku yang membaca
Kakak
Menjadi pendengar saja
Burung-burung berhenti di dahan-dahan kering Oktober
Bayu mengelus daun-daun hijau nan menguning
Aku bahagia
Melihat senyum tersungging
Bocah-bocah pinggir lembah
![]() |
Gambar dari Freepik |
Pondok Cahaya-Yk, 06.10.2015
Comments
Post a Comment
Terima kasih sudah berkunjung ... sangat senang bila Anda meninggalkan komentar, atau sharing di sini. Mohon tidak meninggalkan link hidup.
Salam santun sepenuh cinta
Kayla Mubara