![]() |
WallpaperDoc |
Mari bersama kenang sebentar, hal apa yang masih teringat
hingga saat ini dari kebaikan orangtua. Baik ayah, atau ibu. Apakah mereka
meminta balasan darimu? Sama sekali tidak. Sayanganya kadang sebagai anak, kamu
terus saja meminta. Bahkan dalam keadaan yang mungkin saja mereka sedang tidak
memiliki apa yang diminta. Tidak jarang terjadi perdebatan antara anak dan
orangtua, ancaman, sampai tindakan kabur dari rumah gara-gara kamu sangat
menginginkan gadget baru, laptop baru, motor baru, dan baru-baru yang lain.
Pernahkah sekali saja kamu berpikir melakukan tiga hal. Namun,
lakukanlah itu selama masa yang kamu tentukan sendiri. Misalnya, kamu membuat
resolusi kebaikan yang wajib kamu lakukan, baik dalam keadaan senang, atau
galau. Bukankah mereka telah melakukan banyak hal yang tidak dapat dihitung
dengan jari? Apa 3 hal yang bilangannya tidak menghabiskan jumlah jemari satu
tangan ini terbaca sangat banyak?
Berikut di antara 3 aspek resolusi yang dapat menjadi
bahan pertimbangan dalam memberi sesuatu kepada orangtua :
·
- Pertama : Resolusi Kegiatan Fisik
Segala kegiatan yang biasanya dilakukan orangtua, masuk
dalam kategori Resolusi Kegiatan Fisik.
Coba perhatikan beberapa hari, apa saja yang dilakukan
ayah, atau ibu saat mereka bangun tidur, ketika kamu tidak di rumah, dan malam
hari. Kamu boleh memilih satu diantara sekian aktivitas yang mereka lakukan dan
dengan semangat ’45 kamulah yang mengambil alih pekerjaan itu. Misalnya kamu
setiap pagi berjanji akan menyemir sepatu ayah sebelum ke sekolah atau kampus. Lakukan
hal ini secara terus menerus. Kamu berjuang sekuat tenaga agar tidak ada yang
menjadi alasan untuk melupakan hal yang terlihat sepele ini.
Buatlah jangka pendek dulu, misal satu minggu. Setelah tercapai
tambahkan target itu hingga kamu terbiasa melakukannya selama hari yang tak
terhitung lagi. Jika sudah melewati masa satu bulan, setengah tahun, satu tahun
... berikan reward pada diri sendiri, apa pun bentuknya.
Hal ini akan lebih berarti jika kamu berhasil mengajak
satu teman melakukan hal yang sama. Jika temanmu mengajak teman lain, maka
mudah-mudahan akan ada pahala kebaikan yang meridoi segenap langkah hidup.
- · Kedua : Resolusi Kegiatan Non Fisik.
Segala kegiatan yang sifatnya hanya kamu yang tahu, masuk
ke dalam kategori ini. Kamu bisa memanjatkan do’a-do’a kebaikan pada Allah
S.W.T untuk rezeki mereka, kesehatan, dan hubungan dengan tetangga atau yang
lainnya.
- · Ketiga : Resolusi Hubungan Sosial.
Untuk resolusi ini kamu bisa melakukan kunjungan pada
keluarga yang sudah lama tidak dikunjungi. Istilah yang sering digunakan adalah
menyambung silaturahmi. Ada sebuah cerita yang pernah saya dengar dari orangtua
saya. Menyampaikan/memberi salam juga termasuk bentuk mempererat tali
silaturahmi. Di dalamnya terdapat keajaiban dari-Nya. Kisah itu adalah tentang
seseorang yang dititipi salam saat bepergian. Orang itu mengiyakan hingga dia
bertekad akan menyampaikan salam titipan. Pada akhirnya pembawa salam selamat
di jalan hingga sampai ke tujuan, sementara teman lainnya ada yang meninggal
dan terluka karena kecelakaan. Ya! Orang itu membawa salam. Do’a keselamatan
bagi kaum muslim di mana pun.
Di antara
manfaat menyambung silaturahmi ada
dalam Sabda Rosululloh :
”Tidak ada satu
kebaikan pun
yang pahalanya lebih cepat diperoleh daripada silaturahmi, dan tidak aka satu
dosa pun
yang adzabnya lebih cepat diperoleh di dunia, disamping akan diperoleh di
akherat, melebihi kezaliman dan memutuskan tali silaturahmi.”
Dan kerugiannya ada dalam Surat Muhammad ayat 22-23 :
"Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa
kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?
Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka
dan dibutakan-Nya penglihatan mereka."
Allah
swt. memvonisnya sebagai orang yang terkutuk, dengan telinga ditulikan dan
penglihatan dibutakan. Nasihat-nasihat
baik tidak akan bisa masuk telinga dan merasuk hatinya. Ia juga kesulitan
melihat kebenaran walaupun kebenaran itu nyata di depan mata. Na’udzubillah.
Tiga resolusi di atas hanya bagian kecil dari banyak
bagian yang dapat dilakukan anak untuk orangtua. Resolusi ini bisa juga
diterapkan untuk orang yang berjasa pada kita, baik mereka adalah guru, simbok
yang membantu pekerjaan rumah tangga, dan mamang supir.
Tulisan ini merupakan rangkuman nasihat pengasuh pada anak-anak putri PAY Khoirun Nisa’ – Yogyakarta.
Penulis adalah Ibu Rumah Tangga yang tinggal di PAY Khoirun Nisa’ Kuton,
Tegaltirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta, 55573.
Blog : www.kaylamubara.blogspot.com FB : Kayla Mubara, Twitter : @KMubarokah.
Blog : www.kaylamubara.blogspot.com FB : Kayla Mubara, Twitter : @KMubarokah.
menyambung tali silaturahmi walau kadang hanya via telepon atau pesan singkat, menurut saya cukup membantu mendekatkan hubungan kekeluargaan satu sama lain...karena terkadang kita gak bisa menghindari perpisahan dari rumah orang tua/keluarga...
ReplyDeleteBetul. Tapi mengusahakan bertemu langsung juga bisa direncanakan. Jadi ingat, saya suah 2 tahun belum bertemu Eyang putri ...
DeleteGa bakal pernah cukup ya, Mba. Seberapa lama pun kita merawat orang tua ga akan pernah menyamakan jasa mereka ke kita
ReplyDeleteIya. Bahkan sampai kita punya anak, rangtua masih berbuat baik pada kita.
Delete