![]() |
Sumber : tuttovabene.wordpress.com |
Oleh : Kayla Mubara
Tiada lagi liuk harap warnai asa
Kala daun-daun alunkan nestapa
Mereka ada, namun tiada beda bila tak ada
Berharap ada sentuhan cinta, tanpa kekata
Kala daun-daun alunkan nestapa
Mereka ada, namun tiada beda bila tak ada
Berharap ada sentuhan cinta, tanpa kekata
Tiada lagi warna hiasi netra
Sebab debu-debu dosa tlah ikat angkara
Manusia pikir, mereka ada hanya di pohon-pohon dunia
Ada! Mereka ada dalam tiap ruh sepenuh cahaya
Sebab debu-debu dosa tlah ikat angkara
Manusia pikir, mereka ada hanya di pohon-pohon dunia
Ada! Mereka ada dalam tiap ruh sepenuh cahaya
Terempas lemas
Diam pun cemas
Mereka pasrah dalam takdir tanpa was-was
Tahu ... sebenar-benar tahu, tiap amal pasti kan berbalas
Diam pun cemas
Mereka pasrah dalam takdir tanpa was-was
Tahu ... sebenar-benar tahu, tiap amal pasti kan berbalas
Mereka jatuh
Di kaki-kaki hamba nan berpeluh
Tasbih menggema dalam gemuruh
Daun-daun hanya patuh
Di kaki-kaki hamba nan berpeluh
Tasbih menggema dalam gemuruh
Daun-daun hanya patuh
Bersama daun telinga, bila tak lagi mendengar
Dengan daun pintu, dalam derit hidup manusia; hingar bingar
Tepat kala daun jiwa cari makna 'gar tak terlempar
Ke daun pembuka siksa raga dalam gelepar
Dengan daun pintu, dalam derit hidup manusia; hingar bingar
Tepat kala daun jiwa cari makna 'gar tak terlempar
Ke daun pembuka siksa raga dalam gelepar
Pondok Cahaya-Yk, 26.08.2015
Comments
Post a Comment
Terima kasih sudah berkunjung ... sangat senang bila Anda meninggalkan komentar, atau sharing di sini. Mohon tidak meninggalkan link hidup.
Salam santun sepenuh cinta
Kayla Mubara