Si Simpel yang Selalu Menemani Saya

Kerudung saat di rumah
Bismillah.

Ngomongin jilbab nih, bukan jilboob. Saya jadi merasa malu. Sangat. Pasalnya saya adalah orang yang masih suka pakai kadang lebar, dan kadang setengah lebar. Kadang cerah, kadang juga berwarna agak gelap. Kalau aslinya, saya masih nyaman dengan kerudung yang berwarna cerah. Alasan saya karena kulit saya agak cokelat (a-g-a-k ... p-l-e-a-s-e, y-a). Merasa kurang nyaman bila memakai warna gelap, kok ya kasihan suami lihat saya buluk amat. Hehe.


Kalau di rumah dan pergi-pergi memang saya bedakan. Ya, belum lama juga sih membedakannya. Soalnya kadang suami suka nyindir gini, "Dicontoh anak-anak lho. Pakainya yang sederhana saja." Wuis. Emang anaknya ada berapa?

Sekalian saja saya cerita. Kami tinggal di panti asuhan sebagai pengasuh di sana. Ada 60 anak lebih, kesemuanya adalah remaja putri. Semua yang saya pakai pastilah selalu dilihat mereka. Dengan alasan itulah, saya menuruti anjuran suami untuk memakai pakaian pun kerudung yang simple. Tidak terlalu banyak warna, dan tidak memakai model yang ribet.

Dulu, sebelum menikah dan masih bekerja, saya memakai kerudung yang kecil malah. Alasannya biar bisa diterima teman, mudah bergaul, dan nyaman ke mana-mana. Maklum, dulu masih sering pergi dari satu kota ke kota lain menemani anak-anak karate pertandingan (cieee pendekar nyasar nih).
Ini waktu belum nikah


Kalau lagi begini, mana bisa pakai kerudung lebar


Kalau diingat-ingat, saya merasa lucu juga. Memakai kerudung kok biar enak dilihat orang lain. Ya ampuun. Benar-benar keterlaluan. 

Pada saat masih memakai kerudung ala pendekar (istilah saya saja), saya memang rempong. Dikit-dikit ngaca, dikit-dikit betulin kerudung yang menceng. Kalau kusut dikit, langsung dongkol. Sekarang baru menyadari kalau dulu belum nyaman. 

Bukan karena tidak tahu kalau perintah jilbab itu yang menutupi dada, lebih pada ingin mengarus bersama trend, jadi ikut-ikutan agak modis (a-g-a-k). Setelah menikah, hati bertambah tenang. Sudah tidak perlu khawatir bakal ada yang menggoda. Tapi, lebih nyaman lagi saat saya memakai kerudung lebar, yang kalau menyusui anak bisa buat tutupan. 

Dan simpel banget kalau pakai gamis dan kerudung saja. Tidak butuh waktu lama, langsung set-set-set, kelar deh. Lalu bisa pergi tanpa khawatir disuitin pemilik hati iseng. Apalagi kan sudah kelihatan gendong anak. Yehehe. 

Begini ternyata nyama ...an bange ...et
Pada akhirnya saya cenderung memilih untuk berusaha istiqamah memakai si lebar, dan gamis. Hari ini masih kombinasi dengan yang setengah lebar. Berjuang untuk bisa memakainya sebagai style saya. Modis atau enggak, bukan lagi menjadi prioritas. Ingin mengasah hati agar lebih tunduk dalam melaksanakan kewajiban seorang muslimah. Dan memegang ayat di bawah ini hingga tutup usia. Aamiin.

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangan, dan kemaluan, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasan kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (Qs. An-Nur : 31)



Comments

  1. Good luck ya Mbak, giveawaynya semoga menang. Sama lho kulitku juga agak cokelat. Agak, lho yaa hahhaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ... iya, Mbak ... a-g-a-k cokelat :)

      Delete
  2. Jilbab lebar memang nyaman. Moga menang, ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senyaman melihat foto profil dikau, Mbak ... Aamiin.

      Delete
  3. Modis atau gak bukan prioritas....setuju bgt mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Prioritasnya menutup aurat. Bismillah. Semoga dipermudah. Aamiin.

      Delete
  4. Replies
    1. Aamiin. Terima kasih, Mbak Syahdian Novianti

      Delete
  5. Aamiin. Semoga tetap istiqomah ya mba....

    ReplyDelete
  6. wah menginspirasi aku buat ikutan lombanya nihh

    ReplyDelete
  7. sukses mbak..dengan hijab yg nyaman dihatinya :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ... sangat senang bila Anda meninggalkan komentar, atau sharing di sini. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Salam santun sepenuh cinta
Kayla Mubara